Tips memenangkan tender

Tender (Pelelangan) adalah merupakan suatu proses pengajuan penawaran yang dilakukan oleh kontraktor yang akan dilaksanakan dilapangan sesuai dengan dokumen Tender. Kita tahu dalam menjalankan proyek banyak perusahaan yang melakukan tender dengan perusahan-perusahan yang lain. Namun apakah arti tender itu tersendiri? Tender adalah suatu proses penyeleksian yang melibatkan beberapa perusahan yang mana pemenang akan melaukan kerjasama dengan perusahan tersebut. kemudian pemerintah melakukan tender dengan perusahan-perusahan yang dapat menyediakan barang-barang kebutuhan tersebut . dalam penyeleksiannya terdapat lima perusahan yang mengikuti tender .kemudain kelima perusahan tersebut menyerah kan proposal mereka dan menpresentasiakannya . setelah itu pemerintah akan memilih perusahan yang mana yang akan memenangkan proses terder tersebut, setelah mempetertimbangkan dengan seksama sesuai kebutuhan nya. Anda sebagai karyawan yang ditargetkan untuk memperbesar bisnis sudah pasti “diwajibkan” untuk memenangkan tender yang diikuti oleh perusahaan Anda –Apalagi kalau posisi Anda cukup tinggi, misalnya sebagai business development manager , business director atau ‘tangan kanan’ CEO Anda. Otomatis semakin sering Anda memenangkan tender maka semakin bagus reputasi Anda di mata manajemen. Lalu apa yang harus dilakukan untuk dapat memenangkan tender?

Tips dan strategi yang harus dilakukan untuk memenangkan tender?

  1. Ukuran perusahaan
    Ini juga dijadikan alat ukur dari calon klien Anda. Jika target pasar Anda adalah proyek-proyek bernilai miliaran rupiah, maka Anda harus memperbesar ukuran perusahaan Anda. Mintalah pihak manajemen khususnya bagian keuangan untuk meng-upgrade Secara umum, jenis ukuran sebuah perusahaan adalah Kecil, Menengah dan Besar. Semua dinilai dari valuasi kapitalnya. Tingkatkan ukuran perusahaan Anda kalau ingin memenangkan tender-tender besar.
  2. Konsep yang berbeda
    Memenangkan tender tidak melulu berbicara tentang harga yang murah. Apa yang dicari pihak penyelenggara tender saat menerima audisi dari calon vendor mereka? Ya betul, konsep! Mereka mencari pemberi jasa/produk yang bisa menawarkan konsep yang berbeda, tidak pasaran, unik dan kreatif. Misalkan produk perusahaan Anda adalah kemasan, maka tawarkan kemasan yang bentuknya tidak atau belum pernah ada di pasaran. Kalau perusahaan bergerak di bidangdesain interior , tawarkan beberapa model interior yang tematik
  3. Struktur tim kerja
    Setiap perusahaan tentu saja sudah punya struktur organisasinya. Namun apabila Anda sedang mengikuti tender, selain struktur organisasi Anda juga harus mencantumkan struktur tim kerja. Apa bedanya? Bedanya adalah struktur tim kerja menggambarkan bagaimana nanti cara Anda mengelola proyek tersebut dengan sumber daya yang tersedia. Pihak klien ingin memastikan bahwa Anda dan perusahaan Anda tidak mengerjakan proyek yang mereka tawarkan ini dengan setengah hati sambil mengerjakan proyek lain. Mereka ingin Anda fokus hanya pada proyek mereka saja. Oleh karena itu, buatlah mereka “tenang” dengan mengajukan tim kerja yang khusus disiapkan untuk proyek ini.
  4. Profesionalisme tim kerja
    Saat melakukan presentasi terhadap calon klien Anda, jabarkan secara detil pengalaman masing-masing orang dalam tim Anda. Tonjolkan keunggulan mereka di bidang yang sedang Anda tawarkan ini. Misalnya bidangkonstruksi dan arsitek , maka uraikan bahwa tim kerja Anda memiliki pengalaman panjang di bidang konstruksi. Jika di antara mereka sudah pernah mendapatkan sertifikasi, maka jangan lupa juga untuk dicantumkan di dalam curriculum vitae  Ini bisa meningkatkan daya jual perusahaan ke pihak calon klien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *