Membangun Tim Kerja yang Kompak

Didalam dunia kerja baik di kepemerintahan maupun swasta tidak terlepas dari yang disebut kerjasama. Hal ini disebabkan karena di dalam menjalankan suatu pekerjaan yang begitu banyak, rumit, serta rentang kendalinya yang begitu luas, tidak memungkinkan pekerjaan tersebut dapat dikerjakan hanya oleh satu orang saja. Untuk itu diperlukan bantuan oleh orang lain agar pekerjaan dapat terselesaikan secara efektif dan efisien. Namun tidak sedikit dari orang-orang yang terlibat didalam pekerjaan belum memandang sebuah organisasi sebagai tim, sehingga dalam perjalanan proses pekerjaan selalu berbenturan dengan masalah-masalah, dimana tanpa disadari konflik tersebut dapat berpengaruh terhadap kinerja suatu organisasi secara keseluruhan. Ada juga kalanya salah seorang dari rekan Anda sedang mengalami masalah, sehingga kinerjanya menurun. Agar pekerjaan bisa selesai dan hubungan tetap baik setiap hari Anda perlu menjaga irama kerja bersama-sama. Dan seperti halnya mobil yang perlu rutin diperiksa, Anda juga perlu selalu memerhatikan supaya hal-hal berikut ini:

  1. Komitmen
    Setiap anggota tim perlu memiliki komitmen yang sama, untuk mencapai misi pekerjaan. Sejauh mana Anda memandang kontribusi Anda terhadap perusahaan dan juga demi kemajuan diri sendiri? Pertanyaan ini juga perlu selalu diajukan ke setiap anggota tim lainnya.
  2. Reaksi terhadap perubahan
    Sejalan dengan waktu, Anda dan tim dapat mengalami berbagai perubahan. Itu bisa datang dari anggota tim, interaksi dengan pihak luar, dan kebijakan perusahaan. Sejauh mana tim Anda dapat menghadapi perubahan ini? Hal ini perlu dibicarakan dengan serius bersama-sama.
  3. Komunikasi
    Tim Anda tidak akan bisa bekerja optimal jika tidak ada komunikasi yang baik. Untuk itu, Anda perlu memastikan bahwa hubungan Anda dengan rekan-rekan didasari oleh komunikasi yangTulusdan jujur. Begitu juga dengan atasan dan perusahaan. Pastikan hasil kerja tim selalu mendapatkan umpan balik dari atasan dan perusahaan. Karena, jika tidak ada saran atau kritik, bagaimana Anda tahu bahwa semua sudah berjalan sesuai jalurnya?
  4. Ekspektasi terhadap pekerjaan dan hasilnya
    Setiap anggota perlu memahami mengapa mereka ditempatkan di dalam satu tim dan apa tujuannya. Apakah ini adalah tim tetap atau untuk suatu proyek saja? Apa misi dari pekerjaan yang Anda emban? Sejauh mana pembagian waktu dan peran masing-masing anggota tim, itu juga perlu selalu diingat.
  5. Alur kerja
    Sejauh mana alur kerja yang dijalani sekarang sudah efektif dan memberikan hasil yang baik? Untuk memastikannya, perlu dilihat apakah Anda dan teman-teman sudah memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, sesuai dengan peran dalam tim. Jika terjadi sesuatu secara mendadak yang mengganggu alur kerja, berdiskusilah bersama untuk mengantisipasinya. Jangan tunggu sampai terjadi masalah.
  6. Konsekuensi
    Selalu pikirkan konsekuensi dari setiap tindakan terhadap diri sendiri, tim, dan juga perusahaan. Apakah keputusan yang Anda alami dapat berpengaruh pada teman-teman lainnya? Bagaimana jika tim Anda tidak berhasil memenuhi target yang diberikan? Selalu pikirkan hal ini dan bicarakan dengan rekan tim Anda.
  7. Kompetensi
    Apakah kompetensi yang dimiliki tim telah merata atau cenderung didominasi oleh orang-orang tertentu dan yang lain hanya bekerja di belakang? Sebaiknya, setiap anggota memiliki kemampuan tertentu sehingga sebagai tim akan memiliki kekuatan yang lebih besar lagi. Perlu dilihat juga, apakah setelah Anda dan teman-teman menjadi satu tim, ada perkembangan kemampuan atau tidak? Jika tidak, mungkin Anda perlu mengajukan permohonantrainingpada bagian SDM

Membangun Tim yang Efektif sangat penting bagi kelangsungan perusahaan. Tanpa tim kerja yang solid, maka percepatan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan sulit memenuhi target yang dicanangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *